Hijau bumi Alam Lestari
 

Indonesia merupakan salah satu pusat megadiversitas dunia, meskipun luas kawasan Indonesia hanya 1,3% dari luas permukaan bumi, namun sedikitnya memiliki 10% jenis tumbuhan berbunga, 12% mamalia (600 jenis, 280 jenis endemik), 16% jenis reptilia dan amphibi (411 jenis reptile 150 jenis diantaranya endemik dan 270 jenis amphibi 100, jenis endemik), 17% jenis aves (1500 jenis), 25% jenis pisces (8500 jenis) dan 15% jenis serangga (250.000 jenis) yang merupakan jumlah terbesar setelah Colombia, Peru dan Brazil (Bappenas 1993, Supriatna 2008). 

Nyctixalus margaritifer yang dijumpai di hutan Banyuwindu,  Jawa Tengah.
Foto oleh Tim Ekspedisi Green Community UNNES.

Amfibi merupakan salah satu penyusun ekosistem dan merupakan bagian keanekaragaman hayati yang harus dijaga kelestariannya. Katak Pohon Mutiara atau Nyctixalus margaritifer adalah salah satu amfibi langka Indonesia. Katak Pohon Mutiara atau Pearly Tree Frog juga merupakan salah satu jenis katak endemik Jawa. 

Tim peneliti Green Community 
sedang melakukan identifikasi 
di hutan Banyuwindu, Jawa Tengah.
Foto oleh Green Community
Green Community UNNES pada bulan Juni 2012 mendatangi desa Banyuwindu, yang berada di kaki Gunung Ungaran, kedatangan kami bertujuan untuk meneliti keanekaragaman serta persebaran jenis amphibi khususnya katak Nyctixalus margaritifer di Pegunungan Ungaran, selain itu untuk memberikan informasi yang berkelanjutan sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pijakan dalam kegiatan perlindungan kawasan yang efektif dan efisien.






Nyctixalus margaritifer atau Katak Pohon Mutiara dengan cirinya bintik-bintik warna putih di sekujur tubuhnya, tampak cantik dan indah. Daftar Merah IUCN memasukkan Katak Pohon Mutiara sebagai salah satu hewan langka dengan status konservasi Vulnerable (Rentan; VU). IUCN Red List mencatat sebarannya terbatas di Jawa Barat yang meliputi Gunung Gede-Pangrango, Gunung Halimun-Salak,Situ Gunung, dan Gunung Putri, dan di Jawa Timur (Gunung Wilis).

Kegiatan di Banyuwindu tidak mengecewakan, karena kami tim ekspedisi dari Green Community UNNES menemukan habitat satwa ini di hutan yang lembab sekitar DAS. Ditemukan Nyctixalus margaritifer sedang berada diatas tumbuhan polong-polongan. Ancaman terbesar terhadap kelestarian Nyctixalus margaritifer adalah penurunan dan hilangnya habitat. Ini diakibatkan oleh berbagai kegiatan pertanian dan penebangan kayu. Hal ini terkait erat dengan rendahnya daya toleransi Katak Pohon Mutiara terhadap perubahan habitatnya.

Tim peneliti Green Community sedang melakukan identifikasi.
Foto oleh Green Community
Status Rentan yang dicantumkan oleh IUCN memang benar adanya, sehingga tidak jarang beberapa peneliti cukup sulit menemukan jenis katak ini.

Nyctixalus margaritifer di atas serasah daun.
Foto oleh Lutfian Nazar.
Berikut merupakan klasifikasi Ilmiah Katak Pohon Mutiara:
Kerajaan    : Animalia.
Filum               : Chordata.
Kelas               : Amphibia.
Ordo                : Anura.
Famili              : Rhacophoridae.
Genus              : Nyctixalus.

Spesies             : Nyctixalus margaritifer Boulenger, 1882

Posting Komentar

 
Top